Perkumpulan Elang gandeng Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau pada Jumat untuk mempercepat implementasi program perhutanan sosial di Kampung Dosan, Kabupaten Siak. Perkumpulan Elang menggelar diskusi strategis bersama Bappeda Riau guna membahas rencana usaha dan tata kelola Perhutanan Sosial (PS) Kemitraan di Kampung Dosan, Kabupaten Siak. Diskusi ini berlangsung di Kantor Bappeda pada Jumat, 31 Juli 2026.
Upaya ini menjadi langkah krusial untuk menghidupkan kembali komitmen pemberdayaan masyarakat melalui skema kemitraan dengan pihak swasta yang sempat tertunda akibat dinamika di lapangan.
Direktur Perkumpulan Elang, Besta Junandi, menegaskan bahwa Perkumpulan Elang sebagai pendamping hadir untuk menjembatani komunikasi dan membangun kembali fondasi kolaborasi yang sempat tertunda.
“Komitmen pemberdayaan dari pihak perusahaan sebenarnya sudah ada, mulai dari rancangan kegiatan peternakan sapi, agroforestry, hingga hortikultura. Namun, implementasinya membutuhkan pendampingan yang konsisten. Di sinilah peran Perkumpulan Elang mendampingi masyarakat untuk memastikan program yang direncanakan dapat berjalan,” ujar Besta.
Ia menambahkan bahwa sinergi dengan Bappeda Provinsi Riau sebagai upaya strategis agar skema Perhutanan Sosial di Kampung Dosan dapat berjalan secara efektif, inklusif, dan berkelanjutan.
Di sisi teknis, Perkumpulan Elang telah melakukan pemetaan ulang dan konsolidasi di tingkat tapak. Manajer Kampanye dan Program Perkumpulan Elang, Fachrul Adam, menjelaskan bahwa kelompok masyarakat pengelola perhutanan sosial telah bersepakat untuk bersama-sama memastikan implementasi kemitraan berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan.
“Masyarakat telah menyatakan komitmennya untuk menjalankan desain tata kelola yang kita sepakati bersama. Saat ini, kami sedang mematangkan penyusunan Rencana Kelola Perhutanan Sosial (RKPS) yang komprehensif, berbasis data, serta melibatkan kajian akademis dan masukan dari Bappeda Riau,” jelas Adam.
Perkumpulan Elang menilai Perhutanan Sosial di Kampung Dosan memiliki modalitas yang sangat kuat. Berada dalam skema kemitraan, proyek ini telah didukung ketersediaan lahan, alokasi pendanaan, kelompok tani yang aktif, hingga sarana prasarana dasar. Dengan modalitas tersebut, Perkumpulan Elang fokus pada penguatan kapasitas kelembagaan lokal dan peningkatan kualitas pengelolaan kawasan.
Langkah progresif Perkumpulan Elang mendapat apresiasi positif dari pemerintah daerah. Kepala Bappeda Provinsi Riau, Purnama Irawansyah, menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi aktif dalam mendorong keberhasilan Perhutanan Sosial di Dosan. Menurutnya, Bappeda Riau juga tengah mengembangkan skema peternakan sapi yang diitegrasikan dengan tanaman akasia bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Hal ini bisa menjadi peluang untuk dikembangkan di lokasi perhutanan sosial kemitraan Kampung Dosan.
“Jika keberhasilan ini terwujud, Kampung Dosan dapat menjadi model pembelajaran bagi pengelolaan Perhutanan Sosial di Riau. Kita ingin mengubah keadaan dari yang tadinya negative sum game (bermasalah ) menjadi positive sum game (menguntungkan),” ungkap Purnama.
Sebagai tindak lanjut, Perkumpulan Elang bersama Bappeda Riau sepakat untuk melanjutkan konsolidasi intensif bersama masyarakat lokal dan pihak perusahaan. Selain itu, sebuah agenda diskusi terpumpun (FGD) daring bersama pakar/akademisi dari IPB telah dijadwalkan untuk mempertajam analisis perencanaan PS yang presisi dan berkeadilan di Kampung Dosan.
