Pertemuan dihadiri oleh Penghulu Kampung Dosan, pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Tani Dosan, Kelompok Tani Dobetame, Kelompok Tani Teluk Mesjid, serta unsur pemerintah kampung. Seluruh peserta berdiskusi mengenai langkah-langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan dan meningkatkan efektivitas pengelolaan Perhutanan Sosial di Kampung Dosan.
Manajer Kampanye dan Program Perkumpulan Elang, Fachrul Adam, mengatakan bahwa pertemuan ini merupakan upaya untuk menghidupkan kembali semangat kolaborasi setelah pengelolaan Perhutanan Sosial di Kampung Dosan mengalami stagnasi dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami ingin membangun kembali semangat bersama melalui dialog yang terbuka. Perhutanan Sosial hanya dapat berjalan dengan baik apabila seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama, saling percaya, dan berkomitmen untuk memperkuat kelembagaan pengelolanya,” ujar Adam.

Masyarakat Dosan Berdiskusi dengan Perkumpulan Elang Terkait Pengelolaan PS/Dok. Fitriana
Menurutnya, hasil evaluasi terhadap pelaksanaan Perhutanan Sosial menunjukkan bahwa penguatan organisasi dan tata kelola kelembagaan perlu menjadi prioritas. Selain berbagai tantangan di lapangan, proses penguatan kelembagaan yang belum optimal menjadi pembelajaran penting agar pengelolaan Perhutanan Sosial ke depan dapat berjalan lebih efektif.
“Fokus kita bukan hanya pada hasil akhir, tetapi juga memastikan fondasi kelembagaan dibangun dengan baik. Dengan kelembagaan yang kuat, pengelolaan kawasan akan lebih terarah, transparan, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Penghulu Kampung Dosan menyambut baik inisiatif tersebut dan berharap proses pendampingan dapat menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi seluruh pihak.
“Kami mengapresiasi upaya Perkumpulan Elang dalam memfasilitasi pertemuan ini. Harapannya, kita memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme pengelolaan Perhutanan Sosial sehingga pelaksanaannya dapat berjalan lebih baik dan menghindari kesalahpahaman di kemudian hari,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, berbagai masukan juga disampaikan oleh perwakilan kelompok tani. Johan dari Kelompok Tani Dobetame menyampaikan dukungannya terhadap penguatan kelembagaan melalui pembagian pengelolaan ke dalam tiga kelompok tani agar koordinasi menjadi lebih efektif. Ia juga berharap berbagai persoalan yang telah berkembang di lapangan dapat diselesaikan secara musyawarah dengan mengedepankan kepentingan masyarakat.
Senada dengan itu, Rizal menilai keberadaan Gapoktan tetap memiliki peran penting sebagai koordinator pengelolaan karena Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial diterbitkan atas nama Gapoktan. Sementara itu, perwakilan Kelompok Tani Teluk Mesjid H. Zalik berharap forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama dan menghasilkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi selama ini.
Ketua Gapoktan Kampung Dosan, Syamsuddin juga mengajak seluruh kelompok tani untuk memperkuat solidaritas dalam menjalankan program Perhutanan Sosial.

Ketua Gapoktan, Syamsuddin/Dok.Fitriana
“Mari kita saling mendukung dan bekerja bersama. Dengan kebersamaan, saya yakin pengelolaan Perhutanan Sosial di Kampung Dosan dapat berjalan lebih baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan sebagai langkah awal penguatan kelembagaan Perhutanan Sosial di Kampung Dosan. Kesepakatan tersebut meliputi penyusunan berita acara sebagai dasar tindak lanjut bersama, penunjukan Perkumpulan Elang sebagai pendamping perhutanan sosial di kampung dosan dan perubahan jumlah kelompok tani yang tergabung di dalam Gapoktan Hut Kampung Dosan
Melalui kesepakatan ini, diharapkan tata kelola Perhutanan Sosial di Kampung Dosan semakin kuat, partisipatif, dan mampu menjadi fondasi bagi pengelolaan hutan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
