Close

Prinsip Berkelanjutan, Solusi Deforestasi

Perkebunan Kelapa Sawit masyarakat Desa Dosan
Perkebunan Kelapa Sawit masyarakat Desa Dosan

PEKANBARU, ELANG.or.id – Perkumpulan Elang bersama Greenpeace melaksanakan Diskusi Sehari yang berjudul “Mendorong Petani Sawit Menerapkan Prinsip Keberlanjutan”. Hal ini dilakukan oleh karena perkebunan kelapa sawit di negara Indonesia masih mejadi primadona dari komoditas tanaman tahunan lainnya. Khususnya di Riau meningkatnya perluasan perkebunan kelapa sawit terjadi setiap tahun. Tanaman kelapa sawit masih menjadi sektor unggulan perekonomian di wilayah Propinsi Riau.

Direktur Perkumpulan Elang, Riko Kurniawan menyatakan latar belakang diadakannya Diskusi Sehari ini karena banyak pelaku industri kelapa sawit mengadakan ekspansi lahan dengan maksud untuk memperbanyak produksi.

“Hal ini merupakan tindakan yang harus diperhitungkan kembali agar tidak menyebabkan deforestasi.yang dapat mengakibatkan banyaknya emisi karbon. Pengelolaan Perkebunan kelapa sawit sebaiknya bertanggung jawab serta menerapkan prinsip lestari dan berkelanjutan”, tegas Riko (14/11/2012).

Kegiatan Diskusi Sehari ini mendapat dukungan dari Greenpeace dalam program penguatan kapasitas dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang bertanggung jawab oleh petani sawit mandiri di Desa Dosan Kecamatan Pusako Kabupaten Siak. Dalam acara ini, kelompok petani mandiri di desa Dosan menjadi contoh bagi peserta diskusi yang berasal dari 4 kabupaten, yakni petani-petani dari Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Rokan Hilir.

Dalam Diskusi Sehari yang juga dihadiri oleh Kepala Bidang Perkembangan Perkebunan, Darma Yulis selaku perwakilan dari Dinas Perkebunan Propinsi Riau ini juga diisi dengan pemutaran film dokumenter yang berjudul “Petani sawit, Para Penjaga Hutan”. Film dokumenter tersebut menceritakan bagaimana petani mandiri perkebunan kelapa sawit yang berada di desa Dosan,berkomitmen dalam menjaga hutan seluas 400 ha dan juga melakukan perawatan pengelolaan perkebunan sawit dengan prinsip-prinsip lestari dan berkelanjutan.

Perkumpulan Elang telah melakukan pembinaan untuk meningkatkan produktifitas dan manajemen penegelolaan kebun serta membantu meningkatkan kapasitas teknis managemen pengelolaan perkebunan kelapa sawit dengan menerapkan standar-standar ramah lingkungan pada petani di 7 koperasi yang ada di kecamatan Pusako kabupaten Siak.

Rusmadya dari Greenpeace juga menyatakan bahwa Perkebunan kelapa sawit berkelanjutan ini merupakan perjuangan untuk tidak melakukan ekspansi tetapi untuk meningkatkan hasil, selain itu juga mendorong pemerintah untuk tidak mengeluarkan izin kepada perusahaan perihal perluasan lahan. Dari kendala-kendala yang ada pada saat ini, kita bisa membuat strategi-strategi baru untuk perkebunan kelapa sawit lestari dan berkelanjutan. Bicara konsep keberlanjutan dan konsep lestari itu adalah perbaikan produktifitas yang akhirnya kebun kita menghasilkan produksi yang baik.

Permasalahan yang dialami oleh petani adalah kurangnya porsi tawar dalam menjalin hubungan dan mengelola perkebunan yang dimiliki. Komitmen dari Perkumpulan Elang adalah mendorong paradigma pelaku para industri kelapa sawit dengan melihat potensi untuk melakukan intensifikasi dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit.

Jay Jasmi sedang memberi pelatihan guna peningkatan kapasitas petani dalam pengelolaan kebun kelapa sawit
Jay Jasmi sedang memberi pelatihan guna peningkatan kapasitas petani dalam pengelolaan kebun kelapa sawit

Kegiatan dalam jangka pendek yang dilakukan Perkumpulan Elang saat ini adalah mencoba menyusun buku panduan manual dalam perawatan perkebunan kelapa sawit di lahan mineral dan lahan gambut, selain itu juga akan melakukan pelatihan-pelatihan secara intensif jika diperlukan seperti yang telah dilakukan di Dosan. Intinya adalah tidak ada perubahan yang dilakukan hanya pengembangan dan peningkatan kapasitas petani dalam melakukan pengelolaan perkebunan kelapa sawit. (Murisa Aningsih)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *