Close

Perkumpulan Elang bersama Manka Taja FGD Multipol 2 Guna Aksi Pembangunan Berkelanjutan di Siak

Perkumpulan Elang bersama Mandala Katalika (Manka) mengadakan Forum Group Discussion atau FGD 2 Multipol terkait Penajaman Skenario, Kebijakan, dan Aksi Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Hutan dan Lahan di Kabupaten Siak pada Rabu-Kamis, 23-24 September 2026. Kegiatan berlangsung di Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Siak.

FGD Multipol 2 ini fokus membahas penajaman skenario, validasi kebijakan, dan perumusan aksi nyata pembangunan berkelanjutan di Siak. Selain itu juga mengulas penyaringan alternatif solusi, uji kelayakan skenario kebijakan, dan pembagian peran yang mengikat secara konkret antar-pihak (cross-sector accountability).

“FGD Multipol 2 merupakan penafsiran dan skoring dari penetapan serta menyesuaikan dengan apa yang telah ditetapkan pada FGD Multipol 1 sebelumnya,” ujar Manajer Kampanye dan Advokasi Perkumpulan Elang, Fachrul Adam.

Hasil pertemuan diharapkan dapat menghasilkan dokumen aksi yang operasional. Pun pembagian tugas juga sudah harus jelas. Baik terkait keterlibatan pemerintah daerah, sektor swasta, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat sipil.

Kesimpulan analisis menunjukkan adanya tujuh potensi program yang dapat diintegrasikan dengan agenda Siak Hijau. Kerangka pengembangannya mencakup program, jalur, kebijakan pendukung, aksi, kaitan dengan Siak Hijau, dan potensi pengampu.

Pendekatan tersebut dapat digunakan sebagai kerangka awal untuk menyusun program lintas sektor yang memiliki keterkaitan antara kebijakan, aksi lapangan, pengampu, pembiayaan, dan agenda Siak Hijau.

“Kami berharap proses Multipol dapat memberikan kontribusi nyata guna mendukung kebijakan Siak Hijau. Juga dapat membantu Pemkab Siak dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” kata Fasilitator dari Manka, Adit.

Sumber daya alam perlu dilihat berdasarkan karakteristik barang. Baik soal eksklusi, akses, serta bagaimana sumber daya tersebut dapat dikembangkan sesuai kepentingan dan kebutuhan masyarakat.

Dalam konteks kebijakan publik, pengelolaan sumber daya seperti hutan dan lahan perlu memperhatikan beberapa karakteristik. Di antaranya public good, club good, dan private good, serta implikasinya terhadap tata kelola, akses, dan manfaat publik.

“Kita ingin mengajak semua pihak untuk bisa sama-sama memiliki pandangan yang sama. Juga inspirasi dari para pihak untuk bisa terlibat secara penuh pada proses ini,” ucap Fakhrizal Nashr, Fasilitator dari School of Government and Public Policy (SGGP).

Acara ini bertujuan untuk memvalidasi dan menyepakati hasil analisis Multipol. Termasuk skenario, kebijakan, aksi, dan kriteria penilaian yang relevan untuk Siak. Kemudian melakukan pembobotan dan penilaian partisipatif terhadap alternatif kebijakan dan aksi berdasarkan kriteria yang disepakati. Terakhir, merumuskan rekomendasi strategis dan rencana tindak lanjut kolaboratif bagi Pemerintah Siak dan para pemangku kepentingan.

Adapun pihak-pihak yang menghadiri kegiatan di antaranya Tim Teknis Siak Hijau, Tim Pakar Sekretariat Tim Teknis Siak Hijau, Kepala Bidang Perindustrian Kabupaten Siak, Kepala Bidang UMKM Kabupaten Siak, Perencana Ahli Muda Kabupaten Siak, Penelaah Teknis Kebijakan Kabupaten Siak, Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), Manka, dan Fasilitator dari School of Government and Public Policy.

Sebelumnya FGD Multipol 1 sudah terlaksana pada Selasa, 21 Juli 2026 lalu. ini menjadi langkah awal dalam percepatan kontribusi Kabupaten Siak dalam mencapai target Indonesia’s Forest and Other Land Use atau FOLU Net Sink 2030.

Related Posts